Sintesis alkuna melalui metatesis


Metatesis merupakan reaksi pertukaran ikatan antara dua jenis senyawa kimia yang bereaksi. Reaksi metatesis disebut juga reaksi pertukaran ganda. Reaksi metatesis adalah jenis reaksi kimia dimana terjadi pertukaran antar dua reaksi berbeda. Selain itu, reaksi ini bisa disebut juga sebagai reaksi pertukaran. Reaksi metatesis merupakan reaksi pertukaran dua buah ion pembentuk larutan elektrolit dari garam tertentu. Reaksi bisa terjadi bila salah satu perekasi atau hasil reaksi yang diharapkan memiliki kelarutan yang rendah di dalam air (pelarut). Reaksi metatesis disebut juga reaksi perpindahan rangkap menyangkut suatu larutan dan pertukaran dari kation dan anionnya. adapun pendukung dalam rekasi metatesis adalah berupa terbentuknya endapan, gas dan eletrolit lemah. tak hanya endapan garam bila larutan-larutan pereaksi dicampurkan tergantung dari konsentrasi ion yang membentuk garam tersebut. Reaksi metatesis bercirikan adanya pertukaran dari bagian molekul diantara dua reaktan. Adapun mekanisme dari reaksi metathesis alkuna adalah  sebagai berikut :



Reaksi metathesis merupakan reaksi pertukaran pasangan ion dari dua elektrolit. Reaksi metathesisi alkuna dikatalisis oleh kompleks logam organotransisi, reaksi jenis ini membentuk ikatan karbon rangkap tiga baru yang lebih sederhana melalui mekanisme Katz. Rekasi metathesis alkuna dikenal 4 jenis yaitu alkyne cross metatheisis (ACM), ring-cross alkyne metathesis (RCAM), ring-opening alkyne metathesis polymerazion (ROAPMP) dan acyclic diyne metathesis polymerazion (ADIMET). Dalam metathesis alkuna ada banyak jenisnya, diantaranya ring-closing alkyne metathesis (RCAM), Nitrile alkyne cross metathesis (NACM), dsb.

Metatesis Alkyne banyak digunakan dalam operasi penutupan cincin dan RCAM singkatan dari cincin penutupan alkuna metatesis. Molekul molekul penciuman dapat disintesis dari di-alkyne. Setelah penutupan cincin, ikatan rangkap tiga baru direduksi secara stereoselektif dengan hidrogen dan katalis lindlar untuk memperoleh Z -alkena (E -alken siklik tersedia melalui reduksi Birch ). Kekuatan pendorong yang penting untuk jenis reaksi ini adalahh pengusiran molekul-molekul gas kecil seperti asetilena atau 2-butil. Metatesis enuna adalah sebuah reaksi organik yang terjadi antara sebuah alkuna dengan alkena menggunakan katalis karbena logam menghasilkan butadiena.

Permasalahan:
1. Dalam Sintesis alkuna melalui metatesis ada beberapa jenis.  Apa yang membedakan dari semua jenis Sintesis alkuna melalui metatesis tersebut ?

2. Kenapa pada sintesis alkuna melalui metatesi reaksinya bisa terjadi apabila salah  satu perekasi atau hasil reaksi yang diharapkan  memiliki kelarutan yang rendah di dalam air (pelarut) ?

3. Dalam reaksi metathesis menggunakan katalis,  apakah katalis tersebut bisa diganti dengan katalis yang lain. Reaksi Apa yang akan terjadi jika katalis tersebut diganti ?


Komentar

  1. Saya ingin mencoba menjawab permasalahan no 2 tersebut.
    ikatan yang terjadi pada molekul H2O digolongkan sebagai ikatan kimia kovalen polar dimana terdapat elektron bebas pada atom pusat O memiliki 2 pasang. olehkarena itu dikatakan ikatan kovalen polar. sedangkan senyawa alkuna tidak terdapat elektron bebas pada atom pusatnya, dan dinamakan ikatan kovalen nonpolar.
    ikatan kovalen nonpolar hanya bisa larut pada senyawa kimia ikatan kovalen nonpolar juga. artinya sama-sama ikatan kovalen nonpolar
    begitu juga pada senyawa kimia ikatan kovalen polar juga hanya bisa larut pada senyawa ikatan kovalen polar juga,artinya sama-sama ikatan kovalen polar.

    BalasHapus
  2. Saya akan mencoba menjawab permasalahan no 2
    Reaksi metatesis adalah jenis reaksi kimia dimana terjadi pertukaran antar dua reaksi berbeda. Selain itu, reaksi ini bisa disebut juga sebagai reaksi pertukaran. Reaksi metatesis merupakan reaksi pertukaran dua buah ion pembentuk larutan elektrolit dari garam tertentu. Reaksi bisa terjadi bila salah satu perekasi atau hasil reaksi yang diharapkan memiliki kelarutan yang rendah di dalam air (pelarut). Reaksi metatesis disebut juga reaksi perpindahan rangkap menyangkut suatu larutan dan pertukaran dari kation dan anionnya. adapun pendukung dalam rekasi metatesis adalah berupa terbentuknya endapan, gas dan eletrolit lemah. tak hanya endapan garam bila larutan-larutan pereaksi dicampurkan tergantung dari konsentrasi ion yang membentuk garam tersebut. Reaksi metatesis bercirikan adanya pertukaran dari bagian molekul diantara dua reaktan.

    BalasHapus
  3. Katalis dalam reaksi metatesis.
    Pada tahun 1970 Yves Chauvin dari Institut Francais du Petrole dan Jean-Louis Herrison menemukan katalis logam karbena (logam yang dapat berikatan gandadengan atom karbon membentuk senyawa), atau dikenal juga dengan istilah metalalkilidena. Melalui senyawa logam karbena ini, Chauvin berhasil menjelaskan bagaimana susunan logam berfungsi sebagai katalis dalam suatu reaksi dan bagaimanamekanisme reaksi metatesis. Metatesis dapat diartikan sebagai pertukaran posisi atomdari dua zat yang berbeda. Contohnya pada reaksi AB + CD -> AC + BD, B bertukar posisi dengan C.
    Katalis yang kedua yaitu katalis Grubbs.
    Perkembangan penemuan Chauvin dan Schrock terjadi tahun 1992 ketika Robert Grubbs dan rekannya Grubbs berhasil menemukan katalis metatesis yang efektif, mudah disintesis, dan dapat diaplikasikan di laboratorium secara baik. Mereka menemukan tentang logam rutenium tantalum, tungsten, dan molybdenum (komplek alkilidena) sebagai logam yang paling cocok sebagai katalis. Katalis menjadi standar pembanding untuk katalis yang lain. Penemuan katalis Grubbs secara tidak langsung menambah peluang kemungkinan sintesis organik di masa depan.

    BalasHapus
  4. Saya ingin mencoba menjawab permasalahan no 2 tersebut.
    ikatan yang terjadi pada molekul H2O digolongkan sebagai ikatan kimia kovalen polar dimana terdapat elektron bebas pada atom pusat O memiliki 2 pasang. olehkarena itu dikatakan ikatan kovalen polar. sedangkan senyawa alkuna tidak terdapat elektron bebas pada atom pusatnya, dan dinamakan ikatan kovalen nonpolar.
    ikatan kovalen nonpolar hanya bisa larut pada senyawa kimia ikatan kovalen nonpolar juga. artinya sama-sama ikatan kovalen nonpolar

    BalasHapus
  5. Perkembangan penemuan Chauvin dan Schrock terjadi tahun 1992 ketika Robert Grubbs dan rekannya Grubbs berhasil menemukan katalis metatesis yang efektif, mudah disintesis, dan dapat diaplikasikan di laboratorium secara baik. Mereka menemukan tentang logam rutenium tantalum, tungsten, dan molybdenum (komplek alkilidena) sebagai logam yang paling cocok sebagai katalis. Katalis menjadi standar pembanding untuk katalis yang lain. Penemuan katalis Grubbs secara tidak langsung menambah peluang kemungkinan sintesis organik di masa depan.

    BalasHapus
  6. Saya akan mencoba menjawab permasalahan no 2
    Reaksi metatesis adalah jenis reaksi kimia dimana terjadi pertukaran antar dua reaksi berbeda. Selain itu, reaksi ini bisa disebut juga sebagai reaksi pertukaran. Reaksi metatesis merupakan reaksi pertukaran dua buah ion pembentuk larutan elektrolit dari garam tertentu. Reaksi bisa terjadi bila salah satu perekasi atau hasil reaksi yang diharapkan memiliki kelarutan yang rendah di dalam air (pelarut). Reaksi metatesis disebut juga reaksi perpindahan rangkap menyangkut suatu larutan dan pertukaran dari kation dan anionnya. adapun pendukung dalam rekasi metatesis adalah berupa terbentuknya endapan, gas dan eletrolit lemah. tak hanya endapan garam bila larutan-larutan pereaksi dicampurkan tergantung dari konsentrasi ion yang membentuk garam tersebut. Reaksi metatesis bercirikan adanya pertukaran dari bagian molekul diantara dua reaktan.

    BalasHapus
  7. Saya akan mencoba menjawab permasalahan Anda yg ke-2:
    Karena Karena sebuah senyawa alkuna memiliki minimal satu ikatan dimana larut dalam air tetapi larut di dalam pelarut organik

    BalasHapus
  8. Saya ingin mencoba menjawab permasalahan no 2 tersebut.
    ikatan yang terjadi pada molekul H2O digolongkan sebagai ikatan kimia kovalen polar dimana terdapat elektron bebas pada atom pusat O memiliki 2 pasang. olehkarena itu dikatakan ikatan kovalen polar. sedangkan senyawa alkuna tidak terdapat elektron bebas pada atom pusatnya, dan dinamakan ikatan kovalen nonpolar.
    ikatan kovalen nonpolar hanya bisa larut pada senyawa kimia ikatan kovalen nonpolar juga. artinya sama-sama ikatan kovalen nonpolar

    BalasHapus
  9. baiklah saya akan mencoba menjawab permasalahan no 2 yaitu.
    ikatan yang terjadi pada molekul H2O digolongkan sebagai ikatan kimia kovalen polar dimana terdapat elektron bebas pada atom pusat O memiliki 2 pasang. olehkarena itu dikatakan ikatan kovalen polar. sedangkan senyawa alkuna tidak terdapat elektron bebas pada atom pusatnya, dan dinamakan ikatan kovalen nonpolar.
    ikatan kovalen nonpolar hanya bisa larut pada senyawa kimia ikatan kovalen nonpolar juga. artinya sama-sama ikatan kovalen nonpolar

    BalasHapus
  10. Saya ingin mencoba menjawab permasalahan no 2 tersebut.
    ikatan yang terjadi pada molekul H2O digolongkan sebagai ikatan kimia kovalen polar dimana terdapat elektron bebas pada atom pusat O memiliki 2 pasang. olehkarena itu dikatakan ikatan kovalen polar. sedangkan senyawa alkuna tidak terdapat elektron bebas pada atom pusatnya, dan dinamakan ikatan kovalen nonpolar.
    ikatan kovalen nonpolar hanya bisa larut pada senyawa kimia ikatan kovalen nonpolar juga. artinya sama-sama ikatan kovalen nonpolar

    BalasHapus
  11. Saya akan menjawab permasalahan no 2.
    Reaksi metatesis merupakan reaksi pertukaran dua buah ion pembentuk larutan elektrolit dari garam tertentu. Reaksi bisa terjadi bila salah satu perekasi atau hasil reaksi yang diharapkan memiliki kelarutan yang rendah di dalam air (pelarut). Reaksi metatesis disebut juga reaksi perpindahan rangkap menyangkut suatu larutan dan pertukaran dari kation dan anionnya. adapun pendukung dalam rekasi metatesis adalah berupa terbentuknya endapan, gas dan eletrolit lemah. tak hanya endapan garam bila larutan-larutan pereaksi dicampurkan tergantung dari konsentrasi ion yang membentuk garam tersebut.

    BalasHapus
  12. No 2 pada senyawa kimia ikatan kovalen polar juga hanya bisa larut pada senyawa ikatan kovalen polar juga,artinya sama-sama ikatan kovalen polar.

    BalasHapus
  13. Saya akn jawab no 2 ikatan yang terjadi pada molekul H2O digolongkan sebagai ikatan kimia kovalen polar dimana terdapat elektron bebas pada atom pusat O memiliki 2 pasang. olehkarena itu dikatakan ikatan kovalen polar. sedangkan senyawa alkuna tidak terdapat elektron bebas pada atom pusatnya, dan dinamakan ikatan kovalen nonpolar.
    ikatan kovalen nonpolar hanya bisa larut pada senyawa kimia ikatan kovalen nonpolar juga. artinya sama-sama ikatan kovalen nonpolar

    BalasHapus
  14. Saya jwb no 2 Reaksi metatesis merupakan reaksi pertukaran dua buah ion pembentuk larutan elektrolit dari garam tertentu. Reaksi bisa terjadi bila salah satu perekasi atau hasil reaksi yang diharapkan memiliki kelarutan yang rendah di dalam air (pelarut). Reaksi metatesis disebut juga reaksi perpindahan rangkap menyangkut suatu larutan dan pertukaran dari kation dan anionnya. adapun pendukung dalam rekasi metatesis adalah berupa terbentuknya endapan, gas dan eletrolit lemah.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MANIPULASI GUGUS FUNGSI

STEREOCHEMICAL CONSIDERING IN PLANNING SYNTHESIS